twitter

Medika

Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

STKIP PGRI Sumatera Barat makin berbenah


Sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Kopertis Wilayah X, STKIP PGRI Sumatera Barat sedang giat nya melakukan pembenahan, hal ini dapat dilihat di bangunnya lagi satu gedung yang di peruntukkan untuk tempat perkuliahan. Begitu pula dengan tingkat pelayanan terhadap mahasiswa dengan di bangunnya Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang di peruntukkan buat civitas akademika STKIP PGRI.
Di bidang kemahasiswaan pun tak luput dari perkembangannya, Dalam Tahun akademik 2009/2010 saja  sudah banyak terbentuk UKM baru seperti KSR-PMI, UKM PRAMUKA , MEDIA INFORMASI KAMPUS, dan DEBATE COMMUNITY, dan walaupun baru UKM-UKM tersebut telah mempunyai prestasi yang sangat membanggakan, salah satunya Debat Community yang baru saja mendapat juara 2 dan 3 dalam lomba debat se kotamadya padang yang diadakan di IAIN Imam Bonjol padang . Tidak saja kegiatan internal kampus yang dilakukan, tetapi kegiatan sosial di luar kota padang juga di lakukan, salah satunya trauma konseling pasca galodo di pakan raba’a payakumbuh dari tanggal 28 s/d 30 mei 2010, dan saat ini STKIP PGRI Sumatera Barat baru saja mengirim kontingen lomba arung sejarah di pesisir selatan tanggal 01 s/d 03 juni 2010 yang mana sebagai persiapan dalam mengikuti lomba arung sejarah tingkat Nasional di Nusatenggara Barat di mana STKIP PGRI Sumatera Barat merupakan juara arung sejarah tingkat regional Sumatera. Disamping itu KSRI PMI STKIP PGRI Sumbar sedang mengikuti Tanggap darurat bencana unit perguruan tinggi se indonesia yang diadakan di  Aceh Besar.
“Kami memberikan kebebasan dan memfasilitasi mahasiswa untuk berkreafitas dan mengembangkan diri, bakat dan minatnya di organisasi kemahasiswaan dan merupakan sarana belajar bagi mereka sebelum terjun ke masyarakat nantinya, karna di sini mereka diberi tanggung jawab untuk mengelola dan mengembangkan organisasinya seperti di DLM, BEM,Hima, dan UKM ( LDK, KSR-PMI,  Pramuka ,Medika (Media Informasi Kapus/Jurnalis kampus), Debat Community ) dan dalam waktu dekat ini kami akan membuka lagi UKM Resimen Mahasiswa (Menwa) dan Mapala,” Pungkas Pembantu ketua III Bidang Kemahasiswaan Drs. Dasrizal, M.P Yang juga merupakan Wakil Sekretaris PD.PGRI Sumatera Barat di sela-sela pembukaann Workshop Pelatihan Pembuatan Proposal PKM Kewirausahaan Mahasiswa di Ruang Sidang STKIP PGRI Sumbar.  ( 4121).

APTISI: Pembatalan UU BHP sangat Tepat

Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Jawa Tengah, Prof. Brodjo Sudjono, menilai, pembatalan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2009 tentang Badan Hukum Pendidikan (BHP) sangat tepat.

"UU BHP memang bertentangan dengan UUD 1945 terkait kebebasan berkumpul dan berserikat yang dimiliki warga negara, sebab UU BHP mensyaratkan penyeragaman bentuk badan hukum," katanya saat dihubungi dari Semarang, Jumat.

Ia mengemukakan, bentuk badan hukum (yayasan) yang menaungi perguruan tinggi swasta (PTS) selama ini sangat beragam, namun melalui UU BHP itu berbagai bentuk yayasan ingin diseragamkan menjadi BHP masyarakat.

"Kami sendiri mempertanyakan apa sebenarnya salah yayasan sehingga harus diseragamkan seperti itu, padahal yayasan yang menaungi PTS itu sebenarnya sudah ada sejak lama," kata Sudjono yang juga mantan Rektor Universitas Surakarta itu.

Ia mengatakan, yayasan yang menaungi PTS telah banyak berjasa dan memberikan kontribusi bagi masyarakat melalui berbagai program pendidikan mulai dari tingkat TK hingga PT.

"Kami khawatir adanya penyeragaman bentuk badan hukum yang menaungi PTS itu akan membuat proses demokratisasi menjadi 'terkebiri', karena lebih mudah untuk diatur dan dikontrol oleh pemerintah," katanya.

Ia mengatakan, UU BHP juga memungkinkan komersialisasi pendidikan terutama oleh kalangan perguruan tinggi negeri (PTN).

"Dana yang dikucurkan untuk PTN akan dibatasi sehingga mereka menjadi otonom," katanya.

Ia mengatakan, proses otonomi PTN sangat dimungkinkan membuat mereka bebas menghimpun dana dari masyarakat. Pembatasan subsidi dari pemerintah akan membuat PTN menghimpun dana secara mandiri.

"Hal itu diperparah dengan kecenderungan pola pikir masyarakat yang masih 'negeri oriented', dalam arti mereka pasti lebih memilih bersekolah atau berkuliah di institusi negeri dibandingkan swasta," katanya.

Ia mengemukakan, masyarakat masih menganggap institusi pendidikan negeri menjadi pilihan pertama meskipun harus diraih dengan dana mahal.

"Kalau seperti itu bagaimana kelangsungan PTS-PTS kecil nantinya," katanya.

Pihaknya menyambut baik pembatalan UU BHP oleh Mahkamah Konstitusi karena UU tersebut justru membuat iklim kehidupan perguruan tinggi berlangsung tidak baik.

"Dalam UU BHP memang ada pembatasan besar dana yang ditarik PTN dari masyarakat namun apakah pemerintah dapat menjamin mampu memberikan cukup kontrol dan pasti dipatuhi kalangan PTN," katanya.

Pihaknya hingga saat ini juga belum menerima satu pun laporan dari yayasan PTS di Jateng yang sudah menyiapkan langkah menjadi BHP masyarakat karena implementasi UU BHP di PTS Jateng memang mandek. (Sumber: Antara Sumbar)

Mahasiswa Jangan Hanya Berharap Jadi PNS

Rektor Universitas Kampus Tomakaka Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Prof Dr Ansar MSi, meminta kepada mahasiswa untuk tidak hanya beriorentasi dan berharap hanya menjadi seorang pegawai negeri sipil (PNS).

"Salah satu masalah yang dihadapi kampus adalah mahasiswanya masih beriorentasi menjadi seorang PNS dengan mengandalkan ijazah yang diraihnya di kampus,"katanya.

Anshar mengatakan, pradigma mahasiswa di kampus masih beranggapan dengan menjadi PNS adalah salah satu cara mengabdikan ilmunya yang diraih di jenjang perguruan tinggi.

Padahal kata dia, kampus bukan hanya mencetak calon PNS, untuk memberikan kontribusi bagi pembangunan yang ada di wilayah ini, tetapi juga mampu mengisi bidang lainnya yang erat kaitannya dalam membangun daerah ini.

"Mahasiswa harus berupaya mengembangkan diri dengan mengembangkan pengetahuannnya untuk mengisi sejumlah bidang yang dianggap bisa membangun daerah, misalnya dengan membangun wirausaha bagi pembangunan daerah, dan bukan semata-mata bercita-cita menjadi PNS,"katanya.

Oleh karena itu ia meminta agar mahasiswa dapat mengembangkan skill dan profesionalismenya dan sumber dayanya agar siap serta dapat mengisi pembangunan daerah di semua bidang.

"Mahasiswa menampung sejuta sumber daya yang masih bisa dikembangkan karena mahasiswa menyimpan sejumlah daya saing sehingga tidak harus hanya menjadi seorang PNS,"katanya.

Ia mengatakan, dengan mampu berkompetensi membangun daerah ini bergerak di sejumlah bidang kehidupan selain menjadi pamong pemerintah atau menjadi PNS maka akan membuktikan bahwa di kampus ini mahasiswanya juga mampu berkompetensi seperti kampus lainnya yang sudah maju.

Sehingga Rektor juga berharap agar profesionalisme dan keahlian mahasiswa yang didapatkan di kampus tersebut dapat dikembangkan agar perguruan tinggi turut serta dalam menyukseskan pembangunan daerah. ( Sumber: Antara Sumbar)

Rektor Unwahas Sayangkan Pembatalan UU BHP

Semarang, - Rektor Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang Prof Ahmad Rofiq menyayangkan pembatalan Undang-Undang Nomor 9/2009 tentang Badan Hukum Pendidikan (BHP) oleh Mahkamah Konstitusi.

"UU BHP yang disahkan merupakan draf yang kesekian kali, itu membuktikan bahwa UU BHP telah disusun melalui kerja keras bertahun-tahun. Namun, akhirnya justru dimentahkan oleh MK," katanya di Semarang, Selasa.

Menurut dia, UU BHP memang memiliki sisi positif dan negatif, karena itu pembatalan yang dilakukan sebaiknya tidak bersifat secara menyeluruh, melainkan hanya pada sisi yang dipandang berdampak negatif.

"Saya melihat banyak sisi positif dari UU BHP, seperti mengatur perguruan tinggi bersifat nirlaba dan tidak digunakan untuk mencari keuntungan," kata Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah itu.

Ia mengatakan UU BHP justru memunculkan istilah perguruan tinggi harus bersifat nirlaba, dan penggunaan istilah itu bagi perguruan tinggi itu belum pernah ditemukannya dalam berbagai perundang-undangan lain.

"Untuk persentase tertentu, perguruan tinggi memang diperbolehkan mencari dana sendiri, tetapi UU BHP melarang menarik dari masyarakat. Mereka dapat melakukan usaha di luar konteks pembelajaran," katanya.

Rofiq menjelaskan, perguruan tinggi nantinya dapat membuka berbagai usaha, seperti mal, kantin, dan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), hasil usaha itu digunakan menunjang kegiatan pembelajaran.

"Karena itu, usaha yang dijalankan tersebut sebenarnya bersifat nirlaba, karena hasilnya akan kembali untuk peserta didik. Untuk mencegah penyimpangan juga disiapkan lembaga eksternal yang akan mengaudit," katanya.

Namun, Rofiq mengakui UU BHP memang memiliki sisi negatif, yakni adanya penyeragaman bentuk badan hukum untuk institusi pendidikan, padahal yayasan yang membawahi perguruan tinggi swasta sangat beragam.

"Secara mekanisme hal itu susah dilaksanakan, apalagi ada target PTN menjadi BHP pemerintah dalam tiga tahun, sedangkan PTS diberi waktu empat tahun menjadi BHP masyarakat. Target itu terlalu cepat," katanya.

Meskipun UU BHP memiliki sisi negatif, pihaknya melihat bahwa hal itu tidak dapat dijadikan pertimbangan untuk membatalkan keseluruhan UU itu. "Yang dibatalkan seharusnya hanya pasal tertentu," katanya.

Terlebih lagi, lanjut Rofiq, sejumlah PTN telah menyiapkan diri menuju BHPP, seperti halnya Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang berencana menyampaikan usulan ke Kementerian Pendidikan Nasional pada Agustus 2010.

"Kalau tiba-tiba UU BHP dibatalkan, tentunya segala persiapan yang telah dilakukan perguruan tinggi selama ini menjadi sia-sia. Akan tetapi, bagaimanapun keputusan MK tentunya tidak dapat ditawar lagi," kata Rofiq.

Sebelumnya, Rektor Unnes Prof Sudijono Sastroatmodjo juga menyayangkan pembatalan UU BHP oleh MK dan langkah MK itu justru menimbulkan permasalahan baru, mengingat sejumlah PTN sudah menyiapkan langkah menjadi BHPP.

"Unnes sendiri sebenarnya telah mempersiapkan untuk melangkah menuju BHPP sesuai amanat UU BHP, tetapi dengan pembatalan UU tersebut tentunya membuyarkan seluruh persiapan yang telah kami lakukan selama ini," kata Sudijono. (Sumber:Antara Sumbar)

Pengumuman Pelelangan Pengadaan Server STKIP PGRI Sumatera Barat


Pengumuman Pelelangan
No : 011/PHKI/STKIP/PGRI-SB/2010

 
Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Sumatera Barat, sebagai pengguna barang/ jasa, berdasarkan dana Program Hibah Kompetisi Berbasis Institusi (PHKI) Tahun 2010 akan melaksanakan pelelangan Pengadaan Barang dan Jasa dengan Metode Pelelangan Umum meliputi cara Pasca Kualifikasi yaitu pengadaan :

 
Paket Pengadaan 
Pagu Dana 
Kla
sifi
kasi 
Sub. Bidang
Pekerjaan 
Lokasi 
Server dan Sistem Pendukung
Rp. 216.500.000,-
K
Alat Peralatan Komputer, Programing (Software, Hardware) Jaringan (LAN) Teknologi Informasi
Padang 

 
Dengan syarat-syarat pendaftaran :

1. Pendaftaran dilakukan oleh direktur perusahaan (dalam rangka penanda tanganan Fakta Integritas) dengan memperlihatkan asli :
  1. Akte pendirian perusahaan
  2. Surat Izin Usaha Perdagangan ( SIUP ) yang masih berlaku.
  3. Tanda Daftar Perusahaan ( TDP ) yang masih berlaku.
  4. NPWP & PKP
  5. Bukti tanda terima SPT, PPH ( tahun terakhir ) dan SSP PPH pasal 29.

 

2. Waktu Pendaftaran dan pengambilan dokumen

Tanggal : 03 s/d 10 April 2010
Jam : 09.00 WIB s/d 14.00 WIB
Tempat : 
Ruang PHKI Media Centre
Kampus STKIP-PGRI Sumatera Barat
Jl. Gajah Mada Gn. Pangilun Padang


Padang, 03 April 2010
Panitia Pengadaan Barang/Jasa 
STKIP PGRI Sumatera Barat



Pembentukan & Pelantikan Kepengurusan HIMA Program Studi Baru

Daftar Nama Pengurus Hima Program Studi Pend, Sosiologi, Bhs Indonesia dan Ekonomi

Himpunan Mahasiswa (HIMA) Pendidikan Sosiologi T.A 2009/2010
Ketua : Romi Mesra
Wakil : M. Tarmizi
Sekretaris : Bambang Sasra Wijaya
Wakil Sekretaris : Mira Dona Eka Putri
Bendahara : 1. Arna
2. Rahmat

1. Departemen Olah Raga
Koordinator : Oki Japrinaldi Almuhyi
Sekretaris : Devita Yulianti
Staf Ahli : David Walker, Agus, Darmono Jaslismarsia, Yulisa, Mahdona, Novira Mudahar

2. Departemen Seni
Koordinator : Erwin Luther
Sekretaris : Widya
Staf Ahli : Eriyus Zikra, Boby, Dwi Yuliana Putri, Rosi Mayuli, Mia Purnama

3. Departemen Agama
Koordinator : Irwan
Sekretaris : Jamilah Puspa Sari
Staf Ahli : Yayan, Miki Yuli Putra Garmido, Yesi Novrianti, Asri, Endang

4. Departemen Litbang
Koordinator : Ihsan
Sekretaris : Nadia Fitri Yeni
Staf Ahli : Sulkani, Idris, Rita Juliani, Rianti, Fauziah

5. Departemen Kominfo
Koordinator : Deri Patra Yanto
Sekretaris : Aulia Mailina
Staf Ahli : Anrian Joef, Elvi Yanti, Resti Krimanda, Desi Kurnia, Gira Meta Andra

6. Departemen Bela Negara
Koordinator : Hendra Naldi
Sekretaris : Vivi Emita
Staf Ahli : Flaxeng Candra, Maradona, Abdul Rahman, Novri Yanti


7. Departemen Kemahasiswaan
Koordinator : Nofri Alpules
Sekretaris : Elsa Melia Roza
Staf Ahli : Daswendi, Angga Firmansyah, Neco, Fitri Yanti, Nova Rahma Dani

8. Departemen Pendidikan
Koordinator : Apiuzen Andika
Sekretaris : Gita Hermi S
Staf Ahli : Maya Heriyanti, Olla putri Ningsih, Ratnawilis, Shinta Putri Ayu, Elly Kristin Debora

9. Departemen Keamanan
Koordinator : Oktavianus Larun Sapei
Sekretaris : Ardi Saogo
Staf Ahli : Erlius, Budi Iswanto, Novri Joni, Enem Sarono, Rahman

10. Forum Permusyawaratan Hima Sosiologi
(FPHS)
Ketua : Ali Jondri
Wakil : Anonong Sakaleluk
Sekretaris : Era Zulmi Khairani
Staf Ahli : Kurniati, Muslim, Agung, Nila, Iza Umami, Deni

Himpunan Mahasiswa (HIMA) Pendidikan Ekonomi T.A 2009/2010
Ketua : Tri Putra Yahdi Calloh
Wakil Ketua : Yengki Honghayu
Sekjen : Novita Sari
Wakil Sekjen : Ridno Darmawanto
Bendahara Umum : Eka Rahmawati

1. Departemen Kaderisasi dan Keanggotaan
Ketua : Indra Susila
Sekretaris : Dedi Hermanto
Anggota : 1. Mutia Sari
2. Reni
3. Yesi Febrina

2. Departemen Litbang (Penelitian dan
Pengembangan )
Koordinator : Andri Saputra
Sekretaris : Misna Linda
Anggota : Mardenis, Deni Oktavian, Ade Saputra Vernandes

3. Departemen Agama & Sosial
Koordinator : Azizon Hakim
Sekretaris : Liza Devolti
Anggota : Fauziah Ridha Yenni, Latifah Hanum, Wan Lady Africha

4. Departemen Informasi dan Komunikasi
Koordinator : Pardi Saputra
Sekretaris : Suci
Anggota : Bella, Nelvi, Yendrik

5. Departemen Seni dan Olah Raga
Koordinator : Miky Mardianto
Sekretaris : Risa Arizona
Anggota : Arisky Andika, N.D Yulianti, Etriazi

6. Departemen Keamanan & Tanggap Bencana
Koordinator : Ryan Taufik
Sekretaris : Yulia Ananda
Anggota : Riki Candra, Edi Dores, Jecki Ali Akbar

7. Departemen Pendidikan & Kebudayaan
Koordinator : Yulia Mimi Darti
Sekretaris : Dika Yuli Astuti
Staf Ahli : Dyan Novita Sari, Atrisno, Rahmat Aryo

Himpunan Mahasiswa (HIMA) Pendidikan Bahasa Indonesia T.A 2009/2010
Ketua : Fendronofriadi
Wakil Ketua : Revi Kasman
Sekretaris I : Paldano
Sekretaris II : Wirdawati
Bendahara : Citra Rulando

1. Departemen Agama
Koordinator : Sophian
Anggota : Wiwi Febrita. Rina Desvita, Novetayeni, Sucia Restu Dasmayuni

2. Departemen Litbang (Penelitian dan
Pengembangan )
Koordinator : Deri Warminto
Anggota : Ninik Puspita Sari, Rina Desvita, Riska Sari Kusuma, Restika Mala

3. Departemen Kaderisasi dan Keanggotaan
Koordinator : Revi Majiza Putra
Anggota : Yobi Zuganda, Sri Rahayu, Mutia Putri Chasanah, Ria Apriyati Rahman H

4. Departemen Seni dan Budaya
Koordinator : Renol Prima Saldi
Anggota : Harry Eka Putra, Sesba Gusnita, Ria Novita Sari

5. Departemen Sosial
Koordinator : Megi Gumala Satria
Anggota : Widya Wulandari, Rahmadani Yuningsih, Melga Rovinda, Rika Wartini

6. Departemen Olah Raga
Koordinator : Iing Mega Lendra
Anggota : Hafiz Zulhendri, Feni Firma Roza, Eka Afdillah, Deva Julia Lestari

7. Departemen Informasi & Komunikasi
Koordinator : Sudarso Saogo
Staf Ahli : Rita Murni, Wahlin, Andreas, Deathira Desvita


Kembangkan bakat seni di STKIP PGRI Sumatera Barat

Iven Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Cup 2009 di tutup dengan pagelaran Festival Band se-kota Padang, Sabtu (20/03) hingga minggu (21/3). Festival Band yang digelar selama dua hari ini, diikuti 40 band peserta. Terdiri 20 band peserta (untuk internal STKIP PGRI di hari sabtu) dan 20 band (untuk umum hari minggu). Tampil untuk pemenang, Mother Son (juara I), Magesty(juara 2) dan Reputasi (juara 3)

’ Festival ini diadakan untuk mengembangkan bakat seni mahasiswa. Kita tahu, bakat mahasiswa ini banyak, Namun selama ini tidak tersalurkan. Dapat kita lihat saat ini, begitu banyak anak-anak yang mampu bermain band, rabab dan teater dengan baik. Melihat potensi ini kita berupaya untuk menggelar iven ini secara berkelanjutan,” ujar Ketua STKIP PGRI Sumatera Barat, Drs. Ristapawa Indra, M.Pd di dampingi Pembantu Ketua III Bidang Keamhasiswaan STKIP PGRI Sumatera Barat.
Tak Hanya Band , Dalam Festival tersebut, juga dipertunjukkan permainan Rabab dan teater, khusus teater, dimainkan oleh anak-anak Art Community dari STKIP PGRI.” Kita sangat mengapresiasi bakat seni anak –anak ini. Dan kita juga gembira, kampus hidup dengan segala aktivitas mahasiswa dan dan sejumlah acara yang digelar pihak BEM STKIP PGRI, Kampus jadi ramai, Civitas akademika juga senang dengann cara ini, ” ujar Pembantu Ketua III Drs. Dasrizal, M.P yang banyak mengurus bidang keamhasiswaan STKIP PGRI.
Ditempat yang sama, Kasubag Kemahasiswaan , Zul Amri, SE menambahkan, STKIP telah banyak meraih prestasi kemahasiswaan, Diantaranya, Juara Arung Sejarah Regional Sumatera dan selain itu KSR PMI STKIP PGRI Sumatera Barat ditunjuk sebagai pelatih kader PMI tingkat SMA di kota padang. ”Dalam waktu dekat, kita juga akan mengirim BEM keluar Negeri dan pertukaran Pemuda antar negara,” Pungkasnya.

Istano Si Linduang Bulan Terbakar

Istano Si Linduang Bulan di Kabupaten Tanahdatar, Sumbar, terbakar Minggu dini hari (21/3) sekitar pukul 01.15 WIB. Tempo seperempat jam, pemadam kebakaran setempat dibantu petugas Pemko Padangpanjang mampu memadamkan api.
Penyebab kebakaran istano yang pembangunannya mendapat dukungan Raja Negeri Sembilan, Malaysia ini belum bisa dipastikan. Namun informasi yang berkembang, disebabkan konsleting listrik. Kerugian masih dalam kalkulasi.


Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tanahdatar, Alfian Jamrah yang dihubungi antara-sumbar.com, Minggu mengatakan, atap bangunan dari genteng metal, interior dan diding belakang habis.
Awalnya, api mulai terlihat sekitar pukul 01.15 WIB. Sekitar 15 menit kemudian, petugas pemadam kebakaran setempat yang dihubungi dan dibantu petugas pemadam kebakaran Kota Padangpanjang telah sampai di lokasi kebakaran.
Enam unit mobil pemadam dikerahkan. Petugas dua daerah bahu membahu memadamkan api, sementara warga yang juga ramai di lokasi membantu apa yang bisa dikerjakan. Seperempat jam terkabar, api baru bisa dipadamkan.
Meski relatif cepat, api telah menghanguskan bagian atap, interior yang bernilai tinggi dan diding belakang.
Kebakaran ini cukup menjadi problem bagi pemerintah setempat dan Sumbar secara umum. Sebab Istano Pagaruyuang belum tuntas dibangun, baru 91 persen. Saat ini Istano Lindung Bulan terbakar.
“Pengamatan awal, tidak perlu bangun ulang dan bisa direhab saja. Bagian depan dan lantai masih bagus, bisa dicat ulang. Butuh waktu enam bulan jika dana cukup dan kayu ada,” kata Alfian. Justru katanya, finishing bangunan Istano Pagaruyaung yang tinggal sembilan persen terkedala pada pengadaan kayu sebanyak 180 kubik.
Menyinggung pentingnya Istano Si Linduang Bulan, dia mengatakan, sangat penting artinya. Khusus bagi Pemkab Tanahdatar, saat Istano Pagaruyuang belum tuntas pembangunannya, wisatawan yang dibawa biro-biro travel diarahkan ke sana. “Ini antisipasi dan tidak resmi dibuka,” katanya.
Istano Si Linduang Bulan diresmikan secara adat 1 Desember 1989, dan secara formal oleh pemerintah 23 Desember 1989. Persemian dilakukan ketika itu oleh Menparpostel, Soesilo Sudarman, dihadiri Menhub Azwar Anas, Raja Negeri Sembilan Malaysia, Tuanku Ja’far, Mentamben Ginanjar Kartasamita dan salah seorang keturunan Raja Istano Pagaruyuang, H Aminuzal Amin, Dt Rajo Batuah.

Gempa Tak Surutkan Liga Pendidikan Indonesia di Kota Padang

KOMITMEN panitia pelaksana Liga Pendidikan Indonesia tingkat Kota Padang untuk menggelar kompetisi sepakbola antarsekolah SMP dan SMA di wilayah itu patut ditiru daerah lain. Di tengah keprihatinan masyarakat akibat gempa dahsyat yang melanda Kota Padang, Rabu (30/9/2009) lalu, panpel setempat tetap bertekad dan bersemangat untuk menggelar ajang pencarian bibit pemain nasional tersebut.
Bahkan kami sengaja memilih jadwal pembukaan pertandingan Liga Pendidikan Indonesia itu tepat pada peringatan 100 hari terjadinya gempa tersebut, yakni pada 10 Januari 2010 lalu,kata Novrial, Panpel Liga Pendidikan Indonesia setempat.
Tak berhenti disitu, panpel juga tak mau memaksakan Pemkot Padang untuk mengeluarkan anggaran APBD dalam penyelenggaraan Liga Pendidikan Indonesia. Beberapa anggota Panpel dengan sukarela bahu membahu menalangi pembiayaan kompetisi yang menyertakan 20 sekolah tingkat SMP dan SMA tersebut. Alhasil terkumpul dana sesuai anggaran yang dibutuhkan, yakni sekitar Rp50 juta.
Persoalan belum tak langsung beres, meski urusan pendanaan sudah terselesaikan. Saat dilakukan technical meeting, salah satu peserta, yakni SMA Semen Padang ternyata mundur tanpa alasan yang jelas. Padahal panpel sangat berharap dengan keikutsertaan sekolah ini lantaran siswanya banyak bibit pemain berbakat.
Demikian juga dengan SMP Negeri 25 yang sekolahnya runtuh akibat gempa. Namun berkat pendekatan panpel dan semangat anggota timnya, sekolah yang juga memiliki bibit pemain berbakat ini akhirnya tetap ikut Liga Pendidikan Indonesia Piala Walikota Padang tersebut.
Alhamdulilah, akhirnya pelaksanaan Liga Pendidikan Indonesia yang berlangsung di tengah keprihatinan ini bisa berjalan dengan sukses tanpa ada keributan seperti tawuran. Padahal pertandingan itu kami laksanakan di tengah lapangan terbuka, karena stadion Agus Salim sedang direnovasi,tutur Novrial yang juga Sekretaris Pengcab PSSI Kota Padang tersebut.

Syarat Jadi Dosen Masih Berorientasi Akademik

Umumnya untuk menjadi seorang dosen, yang dipersyaratkan selama ini hanya tingkat pendidikan tertentu dalam bidang yang akan diajarkan dengan nilai kelulusan yang baik. Menjadi dosen seperti "terjun bebas".
Kenyataan tersebut menunjukkan bahwa kebanyakan menjadi dosen di perguruan tinggi di Indonesia pada awalnya seakan-akan “dibiarkan terjun bebas”. Seorang dosen harus mengajar hanya berbekal pengetahuan di bidang pendidikannya dan pengalamannya ketika menjadi mahasiswa.
Demikian dikatakan Winarni Wilman, psikolog dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, dalam makalahnya berjudul "Pendekatan Psikologi untuk Optimalisasi Pengembangan Diri Dosen" yang dipresentasikannya di Kampus UI, Rabu (3/3/2010) lalu. Menurutnya, cukup beruntung kalau dosen muda bisa diberi kesempatan “magang” atau ikut di dalam tim pengajar dosen senior.
Winarni menambahkan, untuk pengembangan dalam metode mengajar, dosen di Indonesia mendapat kesempatan untuk mengikuti kursus singkat dalam rangka melengkapi pengetahuan dan keterampilannya sebagai dosen, yaitu Program Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (Pekerti) dan Applied Approach (AA).
Kedua program pelatihan itu dirancang Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional (Ditjen Dikti Kemdiknas) untuk peningkatan kompetensi pedagogik para dosen. Jika Pekerti ditujukan untuk dosen muda, AA ditujukan untuk dosen senior.
"Tetapi kalau melihat isinya, yang ditekankan dari kedua program ini hanya pengetahuan dan kemampuan dosen dalam pengajaran, misalnya mampu menjelaskan tujuan umum dan khusus dari perkuliahan, mempersiapkan materi perkuliahan, serta mampu mempraktikkan penyajian dari perkuliahan tertentu," ujarnya.
Orientasi akademik
Melihat hal tersebut di atas, Winarni mengatakan, timbul kesan bahwa seorang dosen yang berlatar belakang pendidikan di bidang tertentu, dengan gelar kesarjanaan di tingkat tertentu, dan ditambah pelatihan tentang bagaimana menyajikan bahan perkuliahan, sudah cukup memadai untuk menjadi seorang dosen andal.
Memang, selain pelatihan Pekerti dan AA, dosen juga kemudian diberi kesempatan untuk mengikuti berbagai kursus atau pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilannya, misalnya, pelatihan tentang berbagai metode mengajar, metodologi penelitian, membuat proposal penelitian, menulis artikel jurnal, menyajikan kuliah dalam bahasa Inggris, dan komputer.
"Namun, orientasi dari semua itu tetap pada pengetahuan dan keterampilan mengajar dan penelitian saja. Saya pikir, hal tersebut baru mencakup dua aspek saja, yaitu pengajaran dan pendidikan, serta penelitian," tutur Winarni.
Sementara itu, untuk aspek pengabdian masyarakat, Winarni, yang merupakan seorang dosen sekaligus psikolog, cukup beruntung karena diharuskan mempunyai pengalaman praktik melayani klien-klien yang datang dengan berbagai permasalahan.
"Sehingga terbiasa berhadapan dengan masyarakat," ujarnya.( Sumber: Kompas)


Peran Dosen Itu Ternyata Banyak, Ya?

diharapkan mampu meningkatkan gelar akademik sehingga dosen didorong terus untuk melanjutkan pendidikannya sampai dengan gelar doktor. Kedua, dosen diharapkan mengikuti kegiatan-kegiatan untuk pengembangan pengetahuan dan keterampilannya.


Pelatihan apa pun tidak akan memberi hasil optimal bila dosen tidak memiliki keterampilan, kepribadian, dan temperamen yang tepat.
-- Winarni Wilman

"Belum tampak adanya kegiatan yang bisa mengembangkan aspek-aspek kepribadian dosen dan soft skills," ujar Winarni Wilman, psikolog dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia kepada Kompas.com di Jakarta, Jumat (5/3/2010), terkait makalahnya berjudul "Pendekatan Psikologi untuk Optimalisasi Pengembangan Diri Dosen" yang dipresentasikan di Kampus UI, Rabu (3/3/2010) lalu.
Winarni mengatakan, aspek-aspek tersebut berupa communicative skills, team building skills, leadership skills, time management skills, conflict management skills, stress management skills, trustworthiness, serta organizational effectiveness. Aspek-aspek itulah yang mendukung pekerjaannya sebagai dosen menjadi efektif.
"Karena dalam kenyataannya, peran sebagai dosen jauh lebih luas daripada mengajar dan mendidik," ucap Winarni.
Peran dosen lainnya, kata Winarni, mengutip Kizlik (2010) sebagai sumber makalahnya, adalah seorang komunikator, pembentuk disiplin, pemberi informasi, penilai, manajer, konselor, anggota dari berbagai kelompok, pengambil keputusan, tokoh panutan, dan mungkin juga sebagai pengganti orangtua.
"Setiap peran ini memerlukan latihan dan keterampilan yang sering kali tidak diajarkan dalam pendidikan kesarjanaan yang diambilnya. Apa pun pelatihan atau kursus yang diikuti tidak akan memberikan hasil yang optimal bila ia tidak memiliki keterampilan, kepribadian, dan temperamen yang tepat," ujarnya.
Apalagi, tambah Winarni, sebagai dosen yang juga psikolog, dia sering kali berhubungan dan harus membantu orang-orang yang memiliki masalah. Untuk itu, aspek kepribadian dan soft skills sangat diperlukan. (Sumber: Kompas)

85 Persen Guru di Kota Solok Belum S1

Mutu dan kualitas Pendidikan yang ada di Kota Solok saat ini mesti ditingkatkan. Walikota Solok Drs H Syamsu Rahim mengatakan, untuk mempercepat laju pendidikan di Kota Solok, setidaknya 85 persen guru yang belum mengantongi ijazah sarjana penuh (S1) harus memiliki ijazah S1. Hal ini sangat diperlukan sekali di tengah tuntutan peningkatan pendidikan bagi siswa.
Hal senada juga dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Kota Solok Rafadli, hingga saat ini di Kota Solok jumlah guru yang memiliki ijazah S1 hanya sekitar 15 persen saja. Sedikitnya 85 persen lagi dari guru yang ada, baik itu ditingkat SD, SMP, maupun SMA hanya mengantongi ijazah di bawah S1.

"Mudah-mudahan tahun 2011 mendatang tidak akan ada lagi guru di Kota Solok yang memiliki ijazah di bawah S1. Sebab, saat ini semua guru yang belum mengantongi S1 sudah mulai melanjutkan jenjang pendidikan mereka untuk mendapatkan gelar sarjana penuh" ungkap Kadis pendidikan. [*]

Dikti Bantu 262 Mahasiswa STKIP PGRI Sumbar Korban Gempa

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) memberikan bantuan beasiswa bagi 262 orang mahasiswa STKIP PGRI Sumatera Barat yang menjadi korban pada 30 September 2009.
Beasiswa ini diberikan untuk membantu meringankan beban orang tua mahasiswa yang menjadi korban dalam bencana tersebut, dan di harapkan, bantuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk menyelesaikan studi para mahasiswa korban gempa dan jangan digunakan untuk membeli barang konsumsi.

Sebelumnya, STKIP PGRI Sumatera Barat memberikan usulan agar Dirjen Dikti memberikan bantuan beasiswa bagi 262 mahasiswa yang rumahnya rusak karena gempa. Setelah dilakukan seleksi akhirnya ke 262 orang mahasiswa dari 9 program studi tersebut lolos dalam seleksi, dan STKIP PGRI Sumatera Barat merupakan penerima dengan jumlah terbanyak diantara PTS yang ada di kota Padang..

Mahasiswa yang memenuhi persyaratan yakni, yang rumahnya rusak berat atau sedang, orang tuanya meninggal akibat gempa, atau usaha orang tuanya terganggu akibat gempa.

Selain itu, juga memenuhi syarat mempunyai berprestasi secara akademik atau aktivitas kemahasiswaan, dengan tujuan agar berprestasi tidak menurun dan tetap termotivasi terus kuliah pascagempa.

Nilai bantuan beasiswa itu adalah Rp1,5 juta/mahasiswa untuk tiga bulan, terhitung Oktober hingga Desember 2009,

20.000 Bidik Misi untuk Calon Mahasiswa Kurang Mampu

Padang, Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (DIKTI) akan menyalurkan Beasiswa Pendidikan Calon Mahasiswa Berprestasi dari Keluarga Kurang Mampu (Bidik Misi) untuk 20.000 calon mahasiswa se-Indonesia pada tahun 2010.
Bidik Misi ini diberikan kepada calon mahasiswa dari keluarga yang kurang mampu dan berprestasi baik baik di bidang akademik/kurikuler, kokurikuler, maupun ekstrakurikuler.

Acuan pemerintah dalam meluncukan Bidik Misi adalah Undang-Undang Republik Indonesia No.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendididkan Nasional, Bab V pasal 12 (1.c), menyebutkan bahwa setiap peserta didik pada setiap satuan berhak mendapat beasiswa bagi yang berprestasi yang orang tuanya kurang mapu membiayai pendidikanya.

Salah satu tujuan yang diharapkan dari Bidik Misi ini adalah melahirkan lulusan yang mandiri, produktif dan memiliki kepedulian sosial, sehingga mampu berperan dalam upaya penghentasan kemiskinan,” Kata Asisten Pembantu Rektor III Universitas Andalas Yossyafra.

Dikatakannya, Penyelenggara Bidik Misi adalah Perguruan Tinggi Negri dan Perguruan tinggi Badan Hukum Milik Negara (BHMN) yang terpilih dibawah Depertemen Pendidikan Nasional dan Depertemen Agama.

Menurut Yossyafra, pemerintah akan melakukan monitoring dan evaluasi untuk program Bidik Misi ini berupa evaluasi eksternal dan internal.

Monitoring dan evaluasi eksternal seperti prestasi akademik mahasiswa penerima beasiswa, Penyaluran dana beasiswa dan jumlah mahasiswa penerima beasiswa.

Yossyafra berharap kepada calon mahasiswa yang berprestasi unutk tidak takut kuliah di perguruan tinggi negeri atau BHMN, karena pemerintah telah mengangarkan dana besar untuk beasiswa ini. (Sumber: Antara Sumbar)

SUMBAR GELAR LIGA PENDIDIKAN INDONESIA 27 FEBRUARI

KOMITMEN Provinsi Sumatera Barat untuk menyukseskan penyelenggaraan Liga Pendidikan Indonesia tampaknya patut dicontoh daerah lain. Sumbar sebelumnya tercatat sebagai salah satu provinsi paling awal membentuk kepantiaan Liga Pendidikan Indonesia. Kini, Sumbar pun ingin mendahului provinsi lain untuk menyelenggarakan pertandingan sepakbola antarsekolah SMP, SMA dan Perguruan Tinggi tersebut.
Kesiapan Sumbar bisa dilihat dari penerbitan Pedoman Penyelenggaraan Liga Pendidikan Indonesiaâ oleh panpel setempat. Dalam juklak tersebut dicantumkan waktu pelaksanaan pertandingan bagi juara-juara tingkat kabupaten/kota se-Sumbar digelar 27 Februari hingga 8 Maret 2010. Pedoman ini, Kamis (21/1), sudah diedarkan kepada seluruh kabupaten/kota.

Kita sudah informasikan kesemua daerah agar mereka menyelesaikan semua pertandingan di tingkat kabupaten/kota hingga 14 Faberuari 2010. Sebab pada 22 Februari, kita sudah mulai masuk tahap technical meeting dengan mengumpulkan semua panpel dan panitia pertandingan,ujar Koordinator Bidang Kompetisi Panpel LPI Sumbar Sudirman BA.

Panpel LPI Sumbar sudah menyiapkan format pertandingan dengan membagi peserta pada menjadi 5 grup. Pertandingan di babak penyisisihan akan digelar dengan sistem setengah kompetisi itu dan di babak selanjutnya menggunakan sistem gugur.

Kami akan menggunakan 5 lapangan dan semuanya berada di wilayah Kota Padang. Yakni Lapangan Rektorat UNP Air Tawar, Lapangan FIK UNP Air Tawar, Lapangan PSTS (SMP 13 Padang) Tabing, Lapangan OPEL Lubuk Buaya, dan Lapangan FIK UNP Lubuk Buaya imbuh Sudirman.

KESERIUSAN DEPARTEMEN SENI BEM STKIP PGRI SUMBAR

Padang, Dep. INFOKOM
Departemen Seni BEM STKIP PGRI Sumatera Barat menampakan kemajuanya, ini di tandai dengan akan diadakan sebuah pentas seni yang nantinya akan menampilkan bakat yang dimiliki Mahasiswa STKIP PGRI dalam bidang Seni, disamping hal itu departemen seni juga akan mengadakan festival Band tingkat Perguruan Tinggi se-kota padang.menurut rencana kedua kegiatan tersebut akan diadakan pada tanggal 20 untuk pensi dan 21 untuk Festival Band
Sementara Itu Koordinator Dep. Seni Anton ditemui di ruang BEM menuturkan, “Budaya dan seni merupakan elemen terpenting dalam kehidupan manusia. Dengan budaya kita mengenal siapa jati diri kita dan menghargai apapun budaya orang lain. Melalui seni kita bisa berekspresi terhadap apa yang dirasakan, difikirkan dan diinginkan.Selain itu melalui karya seni ,hati jiwa dan fikiran menjadi tenang dan seimbang.”

Sebelumnya Departemen Seni BEM STKIP PGRI telah Sukses Membuat Sebuah komunitas seni STKI PGRI yaitu Art Community, kegiatan ini sangat positif sekali, dari penuturan beberapa mahasiswa, “komunitas ini sangat bagus sekali, karna membantu kami dalam menyalurkan bakat yang kami miliki”